Michelle
guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas
Psikoterapi
Universitas
Gunadarma
3. Person
Centered Therapy (Rogers) :
A.
KONSEP TERAPI :
Menurut Roger konsep
inti terapi person centered adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri
atau pertumbuhan perwujudan diri, yaitu :
-
Menekankan pada dorongan dan kemampuan
yang terdapat dalam diri individu yang berkembang, untuk hidup sehat dan
menyesuaikan diri.
-
Menekankan pada unsur atau aspek
emosional dan tidak pada aspek intelektual.
-
Menekankan pada situasi yang langsung
dihadapi individu, dan tidak pada masa lampau.
-
Menekankan pada hubungan terapeutik
sebagai pengalaman dalam perkembangan individu yang bersangkutan.
B.
UNSUR-UNSUR TERAPI :
1. Munculnya gangguan.
Carl Rogers
(1902-1987), berpendapat bahwa orang-orang memiliki kecenderungan dasar yang
mendorong mereka ke arah pertumbuhan dan pemenuhan diri. Gangguan-gangguan
psikologis pada umumnya terjadi karena orang-orang lain menghambat individu
dalam perjalanan menuju kepada aktualisasi diri. Pendekatan humanistic Rogers
terhadap terapi Person Center Therapy, membantu pasien untuk lebih menyadari
dan menerima dirinya yang sejati dengan menciptakan kondisi-kondisi penerimaan
dan pengharagaan dalam hubungan terapeutik.
2. Tujuan Terapi.
Rogers berpendapat
bahwa terapis tidak boleh memaksakan tujuan – tujuan atau nilai – nilai yang di
milikinya pada pasien. Fokus dari terapi adalah pasien. Terapi adalah
nondirektif, yakni pasien dan bukan terapis memimpin atau mengarahkan jalannya
terapi. Terapis memantulkan perasaan – perasaan yang di ungkapkan oleh pasien
untuk membantunya berhubungan dengan perasaan – perasaanya yang lebih dalam dan
bagian – bagian dari dirinya yang tidak di akui karena tidak diterima oleh
masyarakat. Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata – kata pa
yang di ungkapkan pasien tanpa memberi penilaian.
3. Peran Terapis.
Menurut Rogers, peran
terapis bersifat holistik, berakar pada cara mereka berada dan sikap – sikap
mereka, tidak pada teknik – teknik yang di rancang agar klien melakukan
sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa sikap – sikap terapislah yang
memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan pengetahuan, teori, atau teknik –
teknik yang mereka miliki. Terapis menggunakan dirinya sendiri sebagai
instrument perubahan. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu
klien untuk tumbuh. Rogers, juga menulis tentang I-Thou.
C.
TEKNIK TERAPI PERSON CENTERED THERAPY (ROGERS) :
Terapi ini tidak memiliki metode atau teknik yang
spesifik, sikap-sikap terapis dan kepercayaan antara terapis dan klienlah yang
berperan penting dalam proses terapi. Terapis membangun hubungan yang membantu,
dimana klien akan mengalami kebebasan untuk mengeksplorasi area-area
kehidupannya yang sekarang diingkari atau didistorsinya. Terapis harus membawa
ke dalam hubungan tersebut, sifat-sifat yang khas sebagai berikut :
1.Keselarasan atau kesejatian.
Terapis tampil nyata, terintegrasi, bersikap
spontan, sanggup menyatakan kemarahan, kekecewaan, kesukaan, ketertarikan dll
2.Perhatian positif tak bersyarat.
Perhatian yg mendalam & tulus, tidak dicampuri
oleh evaluasi atau penilaian perasaan, pemikiran & tingkahlaku klien sebagai
baik atau buruk
3.Pengertian empatik yang akurat.
Mengerti secara peka perasaan & pengalaman
klien.
Referensi :
- Corey, Gerald. 2009. Teori dan Praktek dari
Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar