Selasa, 28 Oktober 2014

tulisan pertemuan 2

contoh kasus dari motivasi kerja / kepuasan - ketidakpuasan kerja :

Seorang wakil presiden suatu industri dipanggil oleh pimpinan eksekutifnya setelah terjadi pemecatan manajer yang keempat dalam jangka waktu lima tahun di pabrik yang sama.
Ketika diminta untuk menjelaskan keadaan yang sebenarnya, wakil presiden per-usahaan itu mengatakan, masalahnya masih tetap yang lama yaitu rendahnya gaji manajer perusahaan. Ini merupakan masalah yang dirasakan dalam semua operasi perusahaan, yang menyebabkan pemecatan banyak manajer yang “sedikit atau sama sekali tidak mempunyai latar belakang dalam manajemen, tidak mempunyai prestasi sukses yang istimewa dan tidak memiliki pengetahuan yang luas mengenai bisnis perusahaan”.

Pimpinan eksekutif perusahaan itu mengatakan, ia telah mendengar semua yang dikatakan itu sebelumnya, dan dengan demikian secara tidak langsung masalah itu memang ada. Tetapi kemudian ia mengatakan, “Anda tahu bagaimana perasaan saya mengenai gaji yang besar. Itu tidak tepat.”

Wakil presiden perusahaan menjelaskan bahwa manajemen perusahaan semakin lemah karena terlalu banyak waktu digunakan untuk memecahkan masalah daripada membangun basis yang kuat. Di samping itu penjualan meningkat, tetapi keuntungan tetap.

Sekali lagi pimpinan eksekutif tidak sependapat dengan wakil presiden perusahaan. la mengatakan, kalau para manajer mendapat gaji lebih besar, setiap orang akan menuntut kenaikan gaji.

Akhirnya, wakil presiden perusahaan melontarkan argumentasinya yang paling ampuh bahwa patokan demikian menyebabkan pengeluaran yang besar sekali. la menaksir kita rugi 200.000 dollar di pabrik tahun lalu, sedangkan dengan tambahan 20.000 dollar dalam bentuk kenaikan gaji, kita dapat memiliki manajer dan staf yang baik.

Pimpinan eksekutif masih tetap mempertahankan pendiriannya. “Saya pikir Anda benar, tetapi buat saya rasanya tetap saja tidak benar.”

Orang yang pikirannya terlalu tertutup dalam satu bidang mungkin saja sangat luwes dalam bidang lain. Pimpinan eksekutif yang satu ini mungkin tidak sukar menyesuaikan dirinya dengan berbagai strategi pemasaran inovatif atau berbagai teknik industri yang baru.

Tetapi pendapatnya yang kaku mengenai gaji yang rendah telah membuatnya tidak dapat melihat kenyataan bahwa sikap seperti itu merugikan perusahaannya. Sikap yang kaku untuk menerima gagasan yang bertentangan dengan pikiran itu berurat-akar dalam kepribadiannya, sehingga sukar sekali mengubahnya.

Pengakuan adalah langkah pertama untuk mengadakan perubahan Eksekutif yang ngotot ini seharusnya sadar akan pendiriannya yang merugikan itu setelah mendengarkan semua argumentasi yang diberikan pihak lain.

Inilah sebabnya mengapa Anda perlu mengembangkan suatu sistem tertentu yang dapat menjamin segera tersorotnya sikap-sikap yang terlalu kaku terutama sekali kekakuan Anda sendiri. Ini dapat dilakukan dengan cara mempercayakan tugas itu kepada seorang rekan; menerapkan suatu sistem pintu terbuka, atau mendorong kerjasama antar karyawan yang independen dan setia. Pastikanlah jangan sampai sikap yang kaku membuat Anda menjadi musuh Anda sendiri yang paling besar.


Sumber :
http://rajapresentasi.com/2009/05/7-ciri-manajer-yang-merusak/

tugas pertemuan 2

PENGORGANISASIAN STRUKTUR-STRUKTUR MANAJEMEN

A.                  Definisi Pengorganisasian :
Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan sumber daya dan lingkungannya.
Pengorganisasian bisa juga diartikan sebagai keseluruahn proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yang dapat digerakan dalam angka mencapai tujuan.

B.                  Pengorganisasian sebagai Fungsi Manajement
Hal-hal yang perlu diketahui dalam fungsi pengorganisasian adalah :
·         Adanya pendelegasi wewenang dari manajement puncak kepada manajement pelaksanaan.
·         Adanya pembagian tugas yang jelas
·         Memiliki manajer puncak yang profesional untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan.


ACTUATING DALAM MANAJEMEN

A.                  Devinisi actuating
Menurut George R. terry (1986) mengemukaakn bahwa actuating metupakan usaha-usaha menggerakananggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeiinginan dan berusahauntuk mencapai sasarn perusahan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

B.                  Pentingnya actuanting
Fungsi utama dari actuating adalah menekankan pada kegiatan yang berhubunganlangsung dengan semua orang dlam suatu organisasiperencanaan dan pengorganisasian yang baik sangat dibutuhkan dlam organisasi khussunya sumber daya manusia yang sadar akan pekerjaannya dan actuating lah yang mendorong dan membangun kesadaran itu.

C.                  Prinsip actuating
Menurut Kurniawan (2009) prinsip-sprinsip dalam actuating antara lain:
·         Memperlukan pegawai sebaik-baiknya
·         Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
·         Menanamkan kepada manusia keinginan untuk melebihi
·         Menghargai hasil yang baik dan sempurna
·         Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
·         Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
·         Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya


MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

A.                  Definisi Controlling
Pengendalian merupakan bagian dari kerja manajement dalam suatu organisasi. Proses controlling akan berjalan dengan mudah, lancar, dan sesuai dengan sasaran jika sudah ada standar kinerjanya.
Richard Hodgetts mendefinisikan proses pengendalian adalah cara yang dipergunakan dalam bisnis untuk mengevaluasikan perencanaan dan pelaksanaan.

B.                  Langkah-langkah dalam kontrol
Berbicara mengenai proses controlling, Hodgetts menyebutkan tiga langkah-langkah dasar dalam control, yaitu ;
1)      Membuat Standar
Peristiwa atau kriteria apa yang dapat memberikan bukti yang menujukan bahwa pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan tingkatan kepuasan yang diinginkan.
2)      Membandingkan kinerja
Informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang ditetapkan.
3)      Perbaikan terhadap penyimpangan yang muncul
Bagaimana kinerja aktual diukur dengan standar yang menghasilkan perbedaan.

C.                  Kontrol sebagai fungsi manajemen
Secara umum, tujuan atau dari pegwasan adalah memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana, menegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanankan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan.


MOTIVASI

A.                  Definisi  motivasi
Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendoring seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada tercapainya suatu tujuan. Tujuannya yang jikaberhasil dicapai akan memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
B.                  Definisi motivasi kerja
Motivasi kerja adalah sesuatau yang menciptakan semangat kerja seorang pekerja termasuk disalamnya kata-kata pembangkit penyemangat.
C.                  Teori-teori motivasi
Ada beberapa teori dari beberapa tokoh yaitu:
1.      Teori motivasi isi
a. Teori tata tingkat -kebutuhan
Teori tata tingkat-kebutuhan dari Maslow mungkin teori motivasi kerja ynag paling luas dikenal. Maslow berpendapat bahwa kondisi manusia berada dalam kondisi mengejar yang bersinambun gan. Jika suatau kebutuhan dipenuhi, langsung kebutuhan tersebut diganti dengan kebutuhan lain. Proses berkeinginan secara nonstop memotivasi kita sejak lahir sampai meninggal.
b. Teori Eksistensi-Relasi-Pertumbuhan
Teori motivasi ini terkenal dengan teori motivasi ERG sebagai singkatan dari existence (kebutuhan eksistensi), relatedness (kebutuhan hubungan), growth needs (kebutuhan pertumbuhan),  dikembangkan oleh Alderfer, dan merupaka suatu modifikasi dan reformulasi dari teori tata tingkat kebutuhan dari Maslow.
c. Teori dua faktor
Teori dua factor juga dinamakan teori hygiene –motivasi dikembangkan oleh Herzber. Ia menemukan bahwa factor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja berbeda dengan factor-faktor yang tidah  menimbulkan  kepuasan kerja, yang ia namakan fakyor motivator, mencangkup factor-faktir tang berkaitan dengan sisi dari pekerjaan, yang merupakan factor intrinsic dari kerjaan yaitu tanggung jawab, kemajuan,pekerjaan itu sendiri, capaian pengakuan
d. Teori  motivasi berprestasi
Teori motivasi berprestasi dikembangkan oleh David McClelland, teori ini bukan hanya meneliti tentang kebutuhan untuk berprestasi tapi juga kebutuhan untuk berkuasa dan berhubungan
2.      Teori Motivasi Proses
a. Teori pengukuhan
Teori pengukuhan berhubungan dengan teori belajar operant conditioning  dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan dengan pemerolehan jawaban-jawaban yang benar dan aturan pokok lainnya yang berhubungan dengan jawaban-jawaban yang salah
b. Teori penetapan tujuan
Locke mengusulkan model kkognitif yang dinamakan teori tujuan yang mencoba menjelaskan hubungan-hubungan  antara niat dan perilaku.
c. Teori  harapan
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi dapat dihitung dengan rumus: indeks motivasi= jml(E-P)Xjml(P-O)(V)}}
d. Teori keadilan
teori ini dikembangkan oleh Adams bersibuk diri dengan member batasan tentang apa yang dianggap adil atau wajar oleh orang dalam suatu kebudayaan.


KEPUASAN KERJA

A.                  Definisi Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan penilaian atau cerminan dari persaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi lingungan kerja.

B.                  Aspek-aspek Kepuasan Kerja
Gibson (1995) menyatakan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh Upah, Pekerjaan, Promosi, Penyelia, dan Rekan kerja
Wexley dan Yukl (1992) merekapa berpendapat bahwa kepuasan kerja dipengaruhi Upah, Pekerjaan, Pengawasan, Teman kerja, Materi Pekerjaan, Jaminan Kerja, dan Promosi.

C. Faktor-faktor penentuan Kepuasan Kerja
Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja dapat digunakan Job Descriptive Index yang menurut Luthans (1995) ada lima, yaitu;
·         Pembayaran, seperti Upah atau Gaji
·         Pekerjaan itu sendiri
·         Promosi Pekerjaan
·         Kepenyeliaan (Supervisi)
·         Rekan Sekerja.

Referensi :
Azizy, Qodri, A., (2006). Change management dalam reformasi birokrasi. Jakarta: Gramedia.
Mulyono. (2008). Manajemen administrasi dan organisasi pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Umar, Husein. (1997). Riset sumber daya manusia dalam organisasi. Jakarta: Gramedia.


Senin, 13 Oktober 2014

penulisan 1


Jokowi Ajak Bos FB Mark Zuckerberg Blusukan ke Blok A Tanah Abang
  • http://cdn-e.production.liputan6.com/assets/images/icons/newsicon.pngPeristiwa
  • http://cdn-e.production.liputan6.com/assets/images/icons/comment.png1
  • http://cdn-e.production.liputan6.com/assets/images/icons/datetime.png13 Okt 2014 10:15

Jokowi dan Mark Zuckerberg
Jokowi Mengajak Bos FB Mark Zuckerberg Blusukan (Liputan6.com\Herman Zakharia)
Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dengan Presiden terpilih Jokowi telah berlangsung. Usai pertemuan sekitar 40 menit di Balaikota DKI Jakarta, Jokowi mengajak Mark blusukan.

Pantauan Liputan6.com,
Jokowi dan Mark menumpang mobil Toyota Innova hitam B 1124 BH menuju Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Setelah 15 menit perjalanan dari Balaikota, keduanya pun tiba di Tanah Abang, yang kini tidak lagi macet setelah dirapihkan oleh Jokowi.

Sebelumnya, Mark menemui di Balaikota DKI Jakarta dengan mengenakan setelan jas hitam dipadu dasi abu-abu didampingi 8 orang stafnya. Saat tiba di depan ruang tamu Balaikota, Mark langsung disambut Jokowi.

Bos
FB Mark Zuckerberg menemui Jokowi untuk membicarakan tentang perkembangan internet di Indonesia.

tugas pertemuan 1


NAMA            : MICHELLE GUERRA N.
NPM               : 14512569
KELAS           : 3PA06
I
1.Apa itu manajamen
Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya”
2. Sebutkan jenis Manajemen
Ada 4 Fungsi manajemen yang utama antara lain :

a.      Perencanaan(Planning)
Fungsi yang utama dan yang terpenting, digunakan agar sasaran dan tujuan dapat tercapai di masyarakat. Perlunya perencanaan antara lain untuk:
·        Untuk menidentifikasi peluang masa depan.
·        Antisipasi atau menghindari masalah masa depan.
·        Untuk mengembangkan langkkah-langkah strategi.

Dalam prakteknya apa saja yang direncanakan ?
·        Produk, berapa: jenis, jumlah, kualitas.
·        Dana, berapa: jumlah dan sumber dana.
·        Karyawan, berapa: jumlah, keahlian karyawan.

Jenis-jenis Perencanaan dapat dibedakan menjadi 2 antara lain:
·        Strategis adalah perencanaan yang berhubungan dngan hidup organisasi atau perusahaan, Maju mundurnya organisasi atau perusahaan, Keberadaan organisasi atau perusahaan, Hasil yang akan dicapai organisasi atau perusahaan, dan Jangka waktu yang panjang.
·        Taktis adalah perencanaan jangka pendek yang berkenaan dengan kegiatan optimal organisasi atau perusahaan, seperti:membuat anggaran tahunan, memilih

b.     Pengorganisasian(Organizing)
Fungsi manajemen yang kegiatannya membagi pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan, mendelegasikan wewenang dan mengkoordinasikan aktivitas.
Tujuannya antara lain:
·        Setiap individu dapat mengetahui dengan jelas tugas, kewajiban dan tanggung jawab.
·        Agar terbina hubungan baik antar anggota organisasi dan antar organisasi.

c.      Pengarahan(Actuating)
Merupakan kegiatan untuk mengarahkan agar semua angggota organisasi melaksanakan kegiatannya masing-masing yang telah ditentukan.
Bentuk-bentuk kegiatannya antara lain :
·        Berkomunikasi dengan semua anggota organisasi.
·        Memberikan pengarahan dan petunjuk.
·        Memberikan kepemimpinan.
·        Memberikan motivasi untuk mendorong para karyawan.

d.     Pengendalian(Controlling)
Merupakan aktivitas yang menemukan, mengoreksi apakah adanya penyimpangan penyimpangan dari hasil yang telah dicapai, dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Langkah-langkah pengendalian:
·        Menetapkan standard an metode.
·        Mengukur prestasi kerja.
·        Memutuskan apakah kerja sesuai standar.
·        Mengambil tindakan koreksi.

3. apa itu psikologi menejemen
Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. 


4. tujuan psikogi menejemen
Agar seluruh kayawan / SDM dari suatu organisasi/perusahaan mengerti betul akan tugasnya, mampu memberikan informasi kepada pelanggan atau rekan sekerjanya, dan pada akhirnya membuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan perusahaannya. 
II
1.apa itu kepemimpinan
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.
2.Teori kepemimpinan
8 teori utama kepemimpinan: 
1. Teori Great Man. 
Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang "dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya. 
2. Teori Sifat 
Teori sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin
3. Teori kontingensi 
Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi. 

4. Teori Situasional 
Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk jenis tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif. 

5. Teori Perilaku 
Teori perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat bukan dilahirkan. Teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin bukan pada kualitas mental. Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi. 

6. Teori Partisipatif 
Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain
7. Teori Manajemen 
Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman
8. Teori Hubungan 
Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut
III
1.pengertian perencanaan
 Perencanaan adalah suatu proses yang tidak pernah berakhir. Apabila sebuah rencana telah ditetapkan, maka dokumen menyangkut perencanaan terkait harus diimplementasikan • 

2.Manfaat Perencanaan
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.    Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b.    Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c.    Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d.   Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e.    Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f.     Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g.    Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h.    Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i.      Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j.      Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k.    Menghemat waktu, usaha dan dana.

3.Jenis Perencanaan dalam organisasi
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1.            Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya. Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.

2.            Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.

3.            Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan
dijalankan pada tingkat operasional.

Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.

Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.

Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.

4.            Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.

Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.