Selasa, 28 Oktober 2014

tugas pertemuan 2

PENGORGANISASIAN STRUKTUR-STRUKTUR MANAJEMEN

A.                  Definisi Pengorganisasian :
Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan sumber daya dan lingkungannya.
Pengorganisasian bisa juga diartikan sebagai keseluruahn proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu kesatuan yang dapat digerakan dalam angka mencapai tujuan.

B.                  Pengorganisasian sebagai Fungsi Manajement
Hal-hal yang perlu diketahui dalam fungsi pengorganisasian adalah :
·         Adanya pendelegasi wewenang dari manajement puncak kepada manajement pelaksanaan.
·         Adanya pembagian tugas yang jelas
·         Memiliki manajer puncak yang profesional untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan.


ACTUATING DALAM MANAJEMEN

A.                  Devinisi actuating
Menurut George R. terry (1986) mengemukaakn bahwa actuating metupakan usaha-usaha menggerakananggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeiinginan dan berusahauntuk mencapai sasarn perusahan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

B.                  Pentingnya actuanting
Fungsi utama dari actuating adalah menekankan pada kegiatan yang berhubunganlangsung dengan semua orang dlam suatu organisasiperencanaan dan pengorganisasian yang baik sangat dibutuhkan dlam organisasi khussunya sumber daya manusia yang sadar akan pekerjaannya dan actuating lah yang mendorong dan membangun kesadaran itu.

C.                  Prinsip actuating
Menurut Kurniawan (2009) prinsip-sprinsip dalam actuating antara lain:
·         Memperlukan pegawai sebaik-baiknya
·         Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia
·         Menanamkan kepada manusia keinginan untuk melebihi
·         Menghargai hasil yang baik dan sempurna
·         Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
·         Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
·         Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya


MENGENDALIKAN FUNGSI MANAJEMEN

A.                  Definisi Controlling
Pengendalian merupakan bagian dari kerja manajement dalam suatu organisasi. Proses controlling akan berjalan dengan mudah, lancar, dan sesuai dengan sasaran jika sudah ada standar kinerjanya.
Richard Hodgetts mendefinisikan proses pengendalian adalah cara yang dipergunakan dalam bisnis untuk mengevaluasikan perencanaan dan pelaksanaan.

B.                  Langkah-langkah dalam kontrol
Berbicara mengenai proses controlling, Hodgetts menyebutkan tiga langkah-langkah dasar dalam control, yaitu ;
1)      Membuat Standar
Peristiwa atau kriteria apa yang dapat memberikan bukti yang menujukan bahwa pekerjaan telah diselesaikan sesuai dengan tingkatan kepuasan yang diinginkan.
2)      Membandingkan kinerja
Informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang ditetapkan.
3)      Perbaikan terhadap penyimpangan yang muncul
Bagaimana kinerja aktual diukur dengan standar yang menghasilkan perbedaan.

C.                  Kontrol sebagai fungsi manajemen
Secara umum, tujuan atau dari pegwasan adalah memastikan pekerjaan sesuai dengan rencana, menegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanankan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul dan memberi jalan keluar atas suatu kesalahan.


MOTIVASI

A.                  Definisi  motivasi
Motivasi adalah suatu proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendoring seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah pada tercapainya suatu tujuan. Tujuannya yang jikaberhasil dicapai akan memuaskan atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
B.                  Definisi motivasi kerja
Motivasi kerja adalah sesuatau yang menciptakan semangat kerja seorang pekerja termasuk disalamnya kata-kata pembangkit penyemangat.
C.                  Teori-teori motivasi
Ada beberapa teori dari beberapa tokoh yaitu:
1.      Teori motivasi isi
a. Teori tata tingkat -kebutuhan
Teori tata tingkat-kebutuhan dari Maslow mungkin teori motivasi kerja ynag paling luas dikenal. Maslow berpendapat bahwa kondisi manusia berada dalam kondisi mengejar yang bersinambun gan. Jika suatau kebutuhan dipenuhi, langsung kebutuhan tersebut diganti dengan kebutuhan lain. Proses berkeinginan secara nonstop memotivasi kita sejak lahir sampai meninggal.
b. Teori Eksistensi-Relasi-Pertumbuhan
Teori motivasi ini terkenal dengan teori motivasi ERG sebagai singkatan dari existence (kebutuhan eksistensi), relatedness (kebutuhan hubungan), growth needs (kebutuhan pertumbuhan),  dikembangkan oleh Alderfer, dan merupaka suatu modifikasi dan reformulasi dari teori tata tingkat kebutuhan dari Maslow.
c. Teori dua faktor
Teori dua factor juga dinamakan teori hygiene –motivasi dikembangkan oleh Herzber. Ia menemukan bahwa factor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja berbeda dengan factor-faktor yang tidah  menimbulkan  kepuasan kerja, yang ia namakan fakyor motivator, mencangkup factor-faktir tang berkaitan dengan sisi dari pekerjaan, yang merupakan factor intrinsic dari kerjaan yaitu tanggung jawab, kemajuan,pekerjaan itu sendiri, capaian pengakuan
d. Teori  motivasi berprestasi
Teori motivasi berprestasi dikembangkan oleh David McClelland, teori ini bukan hanya meneliti tentang kebutuhan untuk berprestasi tapi juga kebutuhan untuk berkuasa dan berhubungan
2.      Teori Motivasi Proses
a. Teori pengukuhan
Teori pengukuhan berhubungan dengan teori belajar operant conditioning  dari Skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan pokok yang berhubungan dengan pemerolehan jawaban-jawaban yang benar dan aturan pokok lainnya yang berhubungan dengan jawaban-jawaban yang salah
b. Teori penetapan tujuan
Locke mengusulkan model kkognitif yang dinamakan teori tujuan yang mencoba menjelaskan hubungan-hubungan  antara niat dan perilaku.
c. Teori  harapan
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi dapat dihitung dengan rumus: indeks motivasi= jml(E-P)Xjml(P-O)(V)}}
d. Teori keadilan
teori ini dikembangkan oleh Adams bersibuk diri dengan member batasan tentang apa yang dianggap adil atau wajar oleh orang dalam suatu kebudayaan.


KEPUASAN KERJA

A.                  Definisi Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan penilaian atau cerminan dari persaan pekerja terhadap pekerjaannya. Hal ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi lingungan kerja.

B.                  Aspek-aspek Kepuasan Kerja
Gibson (1995) menyatakan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh Upah, Pekerjaan, Promosi, Penyelia, dan Rekan kerja
Wexley dan Yukl (1992) merekapa berpendapat bahwa kepuasan kerja dipengaruhi Upah, Pekerjaan, Pengawasan, Teman kerja, Materi Pekerjaan, Jaminan Kerja, dan Promosi.

C. Faktor-faktor penentuan Kepuasan Kerja
Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan kerja dapat digunakan Job Descriptive Index yang menurut Luthans (1995) ada lima, yaitu;
·         Pembayaran, seperti Upah atau Gaji
·         Pekerjaan itu sendiri
·         Promosi Pekerjaan
·         Kepenyeliaan (Supervisi)
·         Rekan Sekerja.

Referensi :
Azizy, Qodri, A., (2006). Change management dalam reformasi birokrasi. Jakarta: Gramedia.
Mulyono. (2008). Manajemen administrasi dan organisasi pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Umar, Husein. (1997). Riset sumber daya manusia dalam organisasi. Jakarta: Gramedia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar