Komponen (elemen sistem)
Komponen
Menurut
(Hutahaean, 2014), suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang
saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian
dari sistem.
Masukan Sistem (Input)
Menurut
(Hutahaean, 2014), masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang
dapat berupa perawatan (maintenace input), dan masukan sinyal (signal input). Maintance
input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk
didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah signal input
sedangkan data adal signal input untuk diolah menjadi informasi.
Proses
Menurut
(Hutahaean, 2014), adanya kegiatan-kegiatan yang berarah ke bawah, jadi berupa
kerja-kerja untuk mencapai tujuan tertentu.
Keluaran Sistem (Output)
Menurut
(Hutahaean, 2014), keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh
komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi
adalah keluaran yang dibutuhkan.
Lingkungan (environment)
Menurut
(Hutahaean, 2014), lingkungan adalah diluar batas sistem yang mempengaruhi
operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga
dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan
menggangu kelangsungan hidup dari sistem.
Sasaran atau Tujuan Sistem
Menurut
(Hutahaean, 2014), sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan
sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Umpan Balik
Menurut
Uripni, Sujianto & Indrawati (2003), komunikasi
dinyatakan berhasil apabila komunikan mampu memberi umpan balik yang berbentuk
tanggapan atau respons. Umpan balik adalah arus umpan balik dalam rangka proses
berlangsungnya komunikasi. Umpan balik merupakan hasil akibat yang berbalik guna bagi rangsangan
atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakan tanggapan langsung
dari pengamatan sebagai hasil kelakuan individu terhadap individu lain.
Contoh
Sistem yang berhubungan
dengan psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan komputer yaitu tes
psikologi kognitif Automatic Processing. Beberapa tahapan tes tersebut.
1. Input,
berupa rangkain stimulus yang diberikan kepada individu berupa inteference dan
facilitaion
2. Proses,
mengisi semua jawaban tes dengan tepat tanpa terkecoh oleh stimulus lain.
3. Ouput,
berupa pemfokusan pada proses informasi yang dilakukan
4.
Tujuan, untuk mengetahui seberapa fokus
kita dalam pemrosesan informasi secara bertahap.
CBIS
(compute based information system) atau sistem informasi berbasis komputer
A. Pengertian
Menurut
Djahir & Pratia (2014), Sistem informasi berbasis komputer adalah
fleksibilitas yang ditawarkanya dalam rancangan dan penggunaan database.
Menurut
Gaol (2008), berbasis komputer artinya perancang sistem informasi manajemen
harus mengerti komputer dan mampu menggunakanya untuk pengolahan informasi
karena perancang akan merancang sebuah manajemen sistem informasi yang akan
digunakan dengan menggunakan komputer.
Menurut
Laudon & Laudon (2008), computer based information systems-CBIS (sistem
infromasi berbasis komputer) adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan
penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.
B. Evolusi CBIS
1.
Sistem informasi akuntansi (SIA)
Menurut
Bodnar dan Jogiyanto (dalam Wahyono & Pujiatmoko, 2008), SIA pada dasarnya
adalah kumpulan dari sumber daya, baik manusia, peralatan, dan teknologi yang
dirancang dan dipergunakan untuk mengubah data-data ekonomi ke dalam infromasi
yang bermanfaat bagi penggunanya.
Menurut
Rama & Jones (2008), Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu
subsistem dari SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang menyediakan informasi
akuntansi dan keuangan, informasi lain
yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi.SIA menelusuri
sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan
unit di mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang,
pembayaran, gaji dan jam kerja. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi
merupakan bagian utama dari perangkat informasi yang diperlukan oleh semua pengguna.
Menurut
Gaol (2008) sistem informasi akuntansi adalah segalanya sesuatu yang terjadi
dengan sederhana pada sebuah perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat
tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis
data.
2.
Sistem
informasi manajemen (SIM)
Menurut
Gordon B. Davis (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen (SIM) adalah
sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang terintegrasi dalam memberikan
infromasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pembuatan keputusan
dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menggunakan
perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model yang
digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan, dan membuat
keputusan serta sebuah basis data.
Raymond
Mcleod Jr (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem
yang sudah terkomputerisasi (sudah menggunakan komputer) yang membuat infromasi
berguna untuk pemakainya dengan keperluan yang sama
Menurut
James A. O'Brien (dalam Gaol, 2008), sistem informasi adalah sebuah
perpaduan/gabungan orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan
komunikasi, dan sumber daya sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan
menyebarkan infromasi pada sebuah organisasi.
3.
Sistem pendukung keputusan (SPK)
Menurut Turban (dalam Nofriansyah,
2014), mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis
komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem
bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen
sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan
domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau
sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan anatara dua komponen
lainya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan)
Menurut Gaol (2008), sistem pendukung
keputusan adalah dimana para manajer dapat membuat keluaran (out put) untuk
masalah khusus yang berkenaan dengan kualitas.
Menurut Turban (dalam Marimin,
2004), SPK sebagai suatu sistem interaktif berbasis
komputer yang dapat membantu para pengambil keputusan dalam menggunakan data
dan model untuk memecahkan persoalan yang bersifat terstruktur.
4.
Sistem
otomatis perkantoran (OA)
Menurut
Djahir & Pratia (2014), (office automatican/OA) adalah penerapan otomatis,
seperti teknologi computer pada kantor. Otomatisasi kantor meliputi seluruh
sistem elektronik formal maupun infromal yang terutama berhubungan dengan
komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar
perusahaan.
Menurut
Gaol (2008), sistem OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang
di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka
sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan.
Menurut Umar (2005), OA (Office automation). OA
memudahkan momunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan
pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem,
faksimil, word-processing, electronic mail, dan dekstop publishing.
5.
(S) sistem pakar
Menurut
Martin dan Oxman (dalam Kusrini, 2006), sistem pakar merupakan sistem berbasis
komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan
masalah yang biasanya hanya dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang
tersebut.
Menurut
Kusrini (2008), sistem pakar merupakan aplikasi berbasis komputer yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar.
Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang
dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Menurut Gaol (2008), perusahaan dapat menggunakan
kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk meraih suatu pengetahuan dan
menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih mencakapkan para
pegawai pada bentuk sistem informasi.
DAFTAR PUSTAKA
Djahir,
Y., & Pratia (2014). Bahan ajar sistem informasi manajemen.
Yogyakarta: Deepublish.
Gaol,
C. J. L. (2008). Sistem informasi
manajemen dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Hutahaean, Jeperson.
(2014). Konsep sistem informasi.
Yogyakarta: Deepublish.
Kusrini.
(2008). Aplikasi sistem pakar menentukan
faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan.
Yogyakarta: Andi.
Kusrini.
(2006). Sistem pakar teori dan aplikasi.
Yogyakarta: Andi.
Laudon,
K. C., & Laudon, J. P. (2008). Sistem
informasi manajemen. (Edisi 10). Jakarta: Salemba Empat.
Marimin.
(2004). Teknik dan aplikasi pengambilan
keputusan kriteria majemuk. Jakarta: Grasindo.
Nofriansyah,
D. (2014). Konsep data mining sistem
pendukung keputusan. Yogyakarta: Deepublish.
Rama,
D. V., & Jones, F. L. (2008). Sistem
informasi akuntansi. (Edisi 18). Jakarta : Salemba Empat.
Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja
peirusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Uripni, C. L., Sujianto, U., & Indrawati, T. (2003). Komunikasi kebidanan. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Wahyono,
T., & Pujiatmoko, L. (2008). Pengembangan
aplikasi akuntansi berbasis microsoft visual basic .net. Jakarta: PT Elex
Media Komputindo.