Sabtu, 14 November 2015

Komponen (elemen sistem) dan CBIS (sistem informasi berbasis komputer), evolusi CBIS


Komponen (elemen sistem)

Komponen
Menurut (Hutahaean, 2014), suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

Masukan Sistem (Input)
Menurut (Hutahaean, 2014), masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenace input), dan masukan sinyal (signal input). Maintance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi.  Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah signal input sedangkan data adal signal input untuk diolah menjadi informasi.

Proses
Menurut (Hutahaean, 2014), adanya kegiatan-kegiatan yang berarah ke bawah, jadi berupa kerja-kerja untuk mencapai tujuan tertentu.

Keluaran Sistem (Output)
Menurut (Hutahaean, 2014), keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

Lingkungan (environment)
Menurut (Hutahaean, 2014), lingkungan adalah diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.


Sasaran atau Tujuan Sistem
Menurut (Hutahaean, 2014), sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Umpan Balik
Menurut Uripni, Sujianto & Indrawati (2003), komunikasi dinyatakan berhasil apabila komunikan mampu memberi umpan balik yang berbentuk tanggapan atau respons. Umpan balik adalah arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya komunikasi. Umpan balik merupakan  hasil akibat yang berbalik guna bagi rangsangan atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakan tanggapan langsung dari pengamatan sebagai hasil kelakuan individu terhadap individu lain.

Contoh
Sistem yang berhubungan dengan psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan komputer yaitu tes psikologi kognitif Automatic Processing. Beberapa tahapan tes tersebut.
1.      Input, berupa rangkain stimulus yang diberikan kepada individu berupa inteference dan facilitaion
2.      Proses, mengisi semua jawaban tes dengan tepat tanpa terkecoh oleh stimulus lain.
3.      Ouput, berupa pemfokusan pada proses informasi yang dilakukan
4.       Tujuan, untuk mengetahui seberapa fokus kita dalam pemrosesan informasi secara bertahap.

CBIS (compute based information system) atau sistem informasi berbasis komputer

A.  Pengertian
Menurut Djahir & Pratia (2014), Sistem informasi berbasis komputer adalah fleksibilitas yang ditawarkanya dalam rancangan dan penggunaan database.
Menurut Gaol (2008), berbasis komputer artinya perancang sistem informasi manajemen harus mengerti komputer dan mampu menggunakanya untuk pengolahan informasi karena perancang akan merancang sebuah manajemen sistem informasi yang akan digunakan dengan menggunakan komputer.
Menurut Laudon & Laudon (2008), computer based information systems-CBIS (sistem infromasi berbasis komputer) adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.


B.  Evolusi CBIS

1.    Sistem informasi akuntansi (SIA)
Menurut Bodnar dan Jogiyanto (dalam Wahyono & Pujiatmoko, 2008), SIA pada dasarnya adalah kumpulan dari sumber daya, baik manusia, peralatan, dan teknologi yang dirancang dan dipergunakan untuk mengubah data-data ekonomi ke dalam infromasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
Menurut Rama & Jones (2008), Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu subsistem dari SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, informasi  lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi.SIA menelusuri sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan unit di mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran, gaji dan jam kerja. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi merupakan bagian utama dari perangkat informasi yang diperlukan oleh semua pengguna.     
Menurut Gaol (2008) sistem informasi akuntansi adalah segalanya sesuatu yang terjadi dengan sederhana pada sebuah perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data.

2.    Sistem informasi manajemen (SIM)
Menurut Gordon B. Davis (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang terintegrasi dalam memberikan infromasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan serta sebuah basis data.
Raymond Mcleod Jr (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem yang sudah terkomputerisasi (sudah menggunakan komputer) yang membuat infromasi berguna untuk pemakainya dengan keperluan yang sama
Menurut James A. O'Brien (dalam Gaol, 2008), sistem informasi adalah sebuah perpaduan/gabungan orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan infromasi pada sebuah organisasi.

3.    Sistem pendukung keputusan (SPK)
Menurut Turban (dalam Nofriansyah, 2014), mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan anatara dua komponen lainya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan)  
Menurut Gaol (2008), sistem pendukung keputusan adalah dimana para manajer dapat membuat keluaran (out put) untuk masalah khusus yang berkenaan dengan kualitas.
Menurut Turban (dalam Marimin, 2004), SPK sebagai suatu sistem interaktif berbasis komputer yang dapat membantu para pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model untuk memecahkan persoalan yang bersifat terstruktur.

4.      Sistem otomatis perkantoran (OA)
Menurut Djahir & Pratia (2014), (office automatican/OA) adalah penerapan otomatis, seperti teknologi computer pada kantor. Otomatisasi kantor meliputi seluruh sistem elektronik formal maupun infromal yang terutama berhubungan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
Menurut Gaol (2008), sistem OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan.
Menurut Umar (2005), OA (Office automation). OA memudahkan momunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-processing, electronic mail, dan dekstop publishing.

5.     (S) sistem pakar
Menurut Martin dan Oxman (dalam Kusrini, 2006), sistem pakar merupakan sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.
Menurut Kusrini (2008), sistem pakar merupakan aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Menurut Gaol (2008), perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk meraih suatu pengetahuan dan menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih mencakapkan para pegawai pada bentuk sistem informasi.


DAFTAR PUSTAKA
Djahir, Y., & Pratia (2014).  Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: Andi.
Kusrini. (2006). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi manajemen. (Edisi 10). Jakarta: Salemba Empat.
Marimin. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Jakarta: Grasindo.
Nofriansyah, D. (2014). Konsep data mining sistem pendukung keputusan. Yogyakarta: Deepublish.
Rama, D. V., & Jones, F. L. (2008). Sistem informasi akuntansi. (Edisi 18). Jakarta : Salemba Empat.
Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja peirusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Uripni, C. L., Sujianto, U., & Indrawati, T. (2003). Komunikasi kebidanan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Wahyono, T., & Pujiatmoko, L. (2008). Pengembangan aplikasi akuntansi berbasis microsoft visual basic .net. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.