Sabtu, 14 November 2015

Komponen (elemen sistem) dan CBIS (sistem informasi berbasis komputer), evolusi CBIS


Komponen (elemen sistem)

Komponen
Menurut (Hutahaean, 2014), suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

Masukan Sistem (Input)
Menurut (Hutahaean, 2014), masukkan adalah energi yang dimasukkan kedalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenace input), dan masukan sinyal (signal input). Maintance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi.  Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah signal input sedangkan data adal signal input untuk diolah menjadi informasi.

Proses
Menurut (Hutahaean, 2014), adanya kegiatan-kegiatan yang berarah ke bawah, jadi berupa kerja-kerja untuk mencapai tujuan tertentu.

Keluaran Sistem (Output)
Menurut (Hutahaean, 2014), keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

Lingkungan (environment)
Menurut (Hutahaean, 2014), lingkungan adalah diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.


Sasaran atau Tujuan Sistem
Menurut (Hutahaean, 2014), sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Umpan Balik
Menurut Uripni, Sujianto & Indrawati (2003), komunikasi dinyatakan berhasil apabila komunikan mampu memberi umpan balik yang berbentuk tanggapan atau respons. Umpan balik adalah arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya komunikasi. Umpan balik merupakan  hasil akibat yang berbalik guna bagi rangsangan atau dorongan untuk bertindak lebih lanjut atau merupakan tanggapan langsung dari pengamatan sebagai hasil kelakuan individu terhadap individu lain.

Contoh
Sistem yang berhubungan dengan psikologi adalah tes psikologi yang menggunakan komputer yaitu tes psikologi kognitif Automatic Processing. Beberapa tahapan tes tersebut.
1.      Input, berupa rangkain stimulus yang diberikan kepada individu berupa inteference dan facilitaion
2.      Proses, mengisi semua jawaban tes dengan tepat tanpa terkecoh oleh stimulus lain.
3.      Ouput, berupa pemfokusan pada proses informasi yang dilakukan
4.       Tujuan, untuk mengetahui seberapa fokus kita dalam pemrosesan informasi secara bertahap.

CBIS (compute based information system) atau sistem informasi berbasis komputer

A.  Pengertian
Menurut Djahir & Pratia (2014), Sistem informasi berbasis komputer adalah fleksibilitas yang ditawarkanya dalam rancangan dan penggunaan database.
Menurut Gaol (2008), berbasis komputer artinya perancang sistem informasi manajemen harus mengerti komputer dan mampu menggunakanya untuk pengolahan informasi karena perancang akan merancang sebuah manajemen sistem informasi yang akan digunakan dengan menggunakan komputer.
Menurut Laudon & Laudon (2008), computer based information systems-CBIS (sistem infromasi berbasis komputer) adalah sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalkan peranti keras dan lunak komputer.


B.  Evolusi CBIS

1.    Sistem informasi akuntansi (SIA)
Menurut Bodnar dan Jogiyanto (dalam Wahyono & Pujiatmoko, 2008), SIA pada dasarnya adalah kumpulan dari sumber daya, baik manusia, peralatan, dan teknologi yang dirancang dan dipergunakan untuk mengubah data-data ekonomi ke dalam infromasi yang bermanfaat bagi penggunanya.
Menurut Rama & Jones (2008), Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu subsistem dari SIM (Sistem Informasi Manajemen) yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, informasi  lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi.SIA menelusuri sejumlah besar informasi mengenai pesanan penjualan, penjualan dalam satuan unit di mata uang, penagihan kas, pesanan pembelian, penerimaan barang, pembayaran, gaji dan jam kerja. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi merupakan bagian utama dari perangkat informasi yang diperlukan oleh semua pengguna.     
Menurut Gaol (2008) sistem informasi akuntansi adalah segalanya sesuatu yang terjadi dengan sederhana pada sebuah perusahaan bila ditempuh melalui SIA. Saat tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data.

2.    Sistem informasi manajemen (SIM)
Menurut Gordon B. Davis (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah kesatuan, sistem mesin pengguna yang terintegrasi dalam memberikan infromasi untuk mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pembuatan keputusan dalam suatu organisasi. Sistem yang dimaksud adalah sistem yang menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan serta sebuah basis data.
Raymond Mcleod Jr (dalam Gaol, 2008), Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem yang sudah terkomputerisasi (sudah menggunakan komputer) yang membuat infromasi berguna untuk pemakainya dengan keperluan yang sama
Menurut James A. O'Brien (dalam Gaol, 2008), sistem informasi adalah sebuah perpaduan/gabungan orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan infromasi pada sebuah organisasi.

3.    Sistem pendukung keputusan (SPK)
Menurut Turban (dalam Nofriansyah, 2014), mendefinisikan sistem pendukung keputusan sebagai sistem berbasis komputer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi, sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen sistem pendukung keputusan lain), sistem pengetahuan (respositori pengetahuan domain masalah yang ada pada sistem pendukung keputusan atau sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan anatara dua komponen lainya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan)  
Menurut Gaol (2008), sistem pendukung keputusan adalah dimana para manajer dapat membuat keluaran (out put) untuk masalah khusus yang berkenaan dengan kualitas.
Menurut Turban (dalam Marimin, 2004), SPK sebagai suatu sistem interaktif berbasis komputer yang dapat membantu para pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model untuk memecahkan persoalan yang bersifat terstruktur.

4.      Sistem otomatis perkantoran (OA)
Menurut Djahir & Pratia (2014), (office automatican/OA) adalah penerapan otomatis, seperti teknologi computer pada kantor. Otomatisasi kantor meliputi seluruh sistem elektronik formal maupun infromal yang terutama berhubungan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
Menurut Gaol (2008), sistem OA menyediakan kemampuan telekomunikasi untuk orang-orang di dalam perusahaan dan memampukan mereka untuk berkomunikasi diantara mereka sendiri dengan para penyalur, serta para pelanggan di lingkungan perusahaan.
Menurut Umar (2005), OA (Office automation). OA memudahkan momunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik, seperti modem, faksimil, word-processing, electronic mail, dan dekstop publishing.

5.     (S) sistem pakar
Menurut Martin dan Oxman (dalam Kusrini, 2006), sistem pakar merupakan sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut.
Menurut Kusrini (2008), sistem pakar merupakan aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam.
Menurut Gaol (2008), perusahaan dapat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent) untuk meraih suatu pengetahuan dan menjadi ahli dalam pengetahuan tersebut serta untuk lebih mencakapkan para pegawai pada bentuk sistem informasi.


DAFTAR PUSTAKA
Djahir, Y., & Pratia (2014).  Bahan ajar sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen dan aplikasi. Jakarta: Grasindo
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Kusrini. (2008). Aplikasi sistem pakar menentukan faktor kepastian pengguna dengan metode kuantifikasi pertanyaan. Yogyakarta: Andi.
Kusrini. (2006). Sistem pakar teori dan aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2008). Sistem informasi manajemen. (Edisi 10). Jakarta: Salemba Empat.
Marimin. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Jakarta: Grasindo.
Nofriansyah, D. (2014). Konsep data mining sistem pendukung keputusan. Yogyakarta: Deepublish.
Rama, D. V., & Jones, F. L. (2008). Sistem informasi akuntansi. (Edisi 18). Jakarta : Salemba Empat.
Umar, H. (2005). Evaluasi kinerja peirusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Uripni, C. L., Sujianto, U., & Indrawati, T. (2003). Komunikasi kebidanan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Wahyono, T., & Pujiatmoko, L. (2008). Pengembangan aplikasi akuntansi berbasis microsoft visual basic .net. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.


Jumat, 09 Oktober 2015

tugas ke 1

Michelle Guerra Nathanael
14512569
4pa06
Sistem informasi psikologi
Universitas gunadarma

Pengertian sistem menurut para ahli:
A.    Menurut Indrajit (Hutahaean, 2014) sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan yang lainya.
B.     Menurut Jogianto (Hutahaean, 2014) sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata yaitu suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
C.     Menurut Murdick (Hutahaean, 2014) sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan tertentu.

Pengertian informasi menurut para ahli:
A.  Menurut Kenneth (Gaol, 2008) informasi adalah data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
B.  Menurut Anton (Gaol, 2008) informasi adalah penerangan, keterangan,   pemberitahuan, kabar atau berita (tentang), dan  keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar analisis atau kesimpulan.
C.  Menurut Gaol (2008) informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan/manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Pengertian psikologi menurut para ahli:
A.    Menurut Wundt (Basuki, 2008) psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia. Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi.
B.     Menurut Morgan (Basuki, 2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan binatang.
C.     Menurut Plotnik (Basuki, 2008) psikologi adalah studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.

Kesimpulan:
Sistem informasi psikologi adalah suatu kumpulan dari elemen-elemen psikologi tentang perilaku dan proses mental yang dapat dijadikan dasar analisis atau kesimpulan.

Referensi :
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Basuki, Heru. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.  
Gaol, L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.



Senin, 08 Juni 2015

TUGAS SOFTSKILL - TERAPI BERMAIN


PENGERTIAN TERAPI BERMAIN
Terapi bermain adalah bagian perawatan pada anak yang merupakan salah satu intervensi yang efektif bagi anak untuk menurunkan atau mencegah kecemasan sebelum dan sesudah tindakan operatif . Dengan demikian dapat dipahami bahwa didalam perawatan pasien anak, terapi bermain merupakan suatu kegiatan didalam melakukan asuhan keperawatan yang sangat penting untuk mengurangi efek hospitalisasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya

UNSUR UNSUR TERAPI BERMAIN
·         Melepas ketegangan-ketegangan yang menghimpit hatinya
·         Melatih keterampilan melalui panca inderanya atau sensomotorik
·         Dilakukan dengan gembira, bahagia dengan fantasinya dapat berkembang
·         Kebebasan memilih dan menentukan alat bermainnya
·         Membantu melancarkan dan mengembangkan fungsi faal tubuhnya (fisiologi) Misal : pernafasan, peredaran darah dan pencernaan makanan (psikomotorik)
·         Mampu mengembangkan kemampuan diri anak semaksima mungkin sesuai dengan prestasi dirinya.

TEKNIK TEKNIK TERAPI BERMAIN

1.Terapi Okupasi
Terapi okupasi umumnya menekan pada kemampuan motorik halus, selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu seseorang agar dapat melakukan kegiatan keseharian, aktifitas produktifitas dan pemanfaatan waktu luang. Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik atau§ kombinasinya untuk memperbaiki kemampuan anak untuk merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan.
2.Terapi Sensori Integrasi
Sensori integrasi berarti kemampuan untuk mengolah dan mengartikan seluruh rangsang sensoris yang diterima dari tubuh maupun lingkungan, dan kemudian menghasilkan respons yang terarah. Aktivitas fisik yang terarah, bisa menimbulkan respons yang adaptif yang makin kompleks. Dengan demikian efisiensi otak makin meningkat. Terapi sensori integrasi meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga ia lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas sensori integrasi merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks , dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar. Layanan terapi ini dapat diterapkan pada:Anak dengan gangguan perilaku, Autism Spectrum Disorder (ASD),Down Syndrome, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADD/ADHD),Asperger’s Syndrome, Kesulitan Belajar, Keterlambatan wicara, Gangguan perkembangan (Cerebal Palsy/CP), Pervasive Developmental Disorder (PDD) dan keterlambatan perkembangan lainnya.
3. Terapi Wicara
Terapi Wicara adalah layanan terapi yang membantu bekerja pada prinsip-prinsip dimana timbul kesulitan berkomunikasi atau ganguan pada berbahasa dan berbicara bagi orang dewasa maupun anak. Terapi wicara bertujuan untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan komunikasi, seperti : Anak-anak dengan gangguan berbahasa reseptis (tidak mengerti) Anak-anak dengan gangguan berbahasa ekspresif (sulit mengungkapkan keinginannya dalam berbicara) Anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang khusus (autisme, down syndrome, tuna rungu-wicara) .Anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay).
4.Terapi ADL (Aktifitas Keseharian)
Salah satu bentuk layanan terapi yang membantu anak-anak untuk dapat melakukan aktifitas keseharian seperti makan, minum, berpakaian, bersepatu, bersisir, mandi, aktifitas toileting, dst secara mandiri. Layanan terapi ADL ini pada umumnya diberikan oleh seorang Okupasi Terapis. Layanan terapi ini dapat diterapkan bagi anak berkebutuhan khusus sehingga anak dapat mandiri dalam kesehariannya.
5.Terapi Perilaku
Terapi perilaku, berupaya untuk melakukan perubahan pada anak autistik dalam arti perilaku yang berlebihan dikurangi dan perilaku yang berkekurangan (belum ada) ditambahkan. Terapi perilaku yang dikenal di seluruh dunia adalah Applied§
Behavioral Analysis yang diciptakan oleh O.Ivar Lovaas, PhD dari University of California Los Angeles (UCLA). Dalam terapi perilaku, fokus penanganan terletak pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai instruksi yang diberikan. Tidak ada hukuman (punishment) dalam terapi ini, akan tetapi bila anak berespons negatif (salah/tidak tepat) atau tidak berespons sama sekali maka ia tidak mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai tersebut. Perlakuan ini diharapkan meningkatkan kemungkinan anak untuk berespons positif dan mengurangi kemungkinan ia berespons negatif (atau tidak berespons) terhadap instruksi yang diberikan. Layanan terapi ini umumnya d§iperuntukan untuk anak dengan gangguan perilaku, pemusatan pemikiran dan hiperaktifitas (ADHD), ADD, maupun autisme.
6.Orthopegagog(Remedial Teaching)
Orthopedagog adalah terapi untuk mengatasi kesulitan belajar khusus pada anak. Kesulitan-kesulitan ini umum terjadi pada anak-anak usia sekolah dan bisa dideteksi oleh orang tua atau guru, ketika anak menunjukkan beberapa gejala tertentu. Membimbing anak untuk menguasai logika dasar dan kemampuan berpikir secara lebih optimal. Selain itu, remedial teaching juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung dasar. Umumnya metode ini digunakan pada anak dengan Kesulitan Belajar dan Lamban Belajar. Semua kesulitan belajar khusus ini bisa terjadi apa setiap anak, tidak tergantung pada kondisi fisik maupun intelegensi semata. Sebab terjadinya kesulitan belajar ini bisa bermacam-macam, termasuk koordinasi pada otak, motorik halus, faktor neurologis, faktor intelegensi, dst Materi mengacu pada pembelajaran akademik dikelas. Layanan terapi ini juga dapat diterapkan pada anak dengan gangguan: Disleksia (ketidakmampuan mengeja dan menulis) Disgrafia (kesulitan menulis dan berbicara) Diskalkulia (kesulitan berhitung) Disfasia (kesulitan berbahasa verbal) Disortografia (kesulitan dalam mengeja kata) Disnomia (kesulitan dalam menggunakan kata yang tepat untuk sebuah benda)
7.Fisioterapi
Fisioterapi merupakan salah satu jenis layanan terapi fisik yang menitik beratkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak. Fisioterapi membantu anak mengembangkan kemampuan motorik§ kasar. Kemampuan motorik kasar meliputi otot-otot besar pada seluruh tubuh yang memungkinkan tubuh melakukan fungsi berjalan, melompat, jongkok, dst Layanan fisioterapi juga bertujuan untuk membantu seseorang yang mengalami gangguan fisik untuk memperbaiki gerak sendi (LGS) dan kekuatan otot (KO) agar dapat berfungsi seperti semula. Layanan fisioterapi umumnya bagi anak dengan keterbatasan fisik, ketunaan tubuh/tuna daksa serta anak cerebal palsy/CP dan untuk  anak-anak yang mengalami keterlambatan atau gangguan pada kemampuan motorik kasar, pasien pasca stroke yang memerlukan pemulihan kondisi fisiknya serta trauma lain yang menyebabkan penampilan fisik terganggu.
8.Terapi Musik
Terapi musik adalah salah satu bentuk terapi yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat
untuk kesehatan fisik dan mental. Layanan terapi ini diperuntukkan bagi semua ketunaan yang ada serta pada gangguan perkembangan anak seperti autisme, ADHD, Down Syndrom, dst.
9.Terapi Akupresur dan Akupuntur
Akupresur adalah salah satu bentuk terapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh. Layanan terapi ini bertujuan untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan penyakit.
Sedangkan akupuntur merupakan salah satu bentuk dari pembedahan dengan menusukkan jarum-jarum ke titik-titik tertentu di badan. Layanan akupresur dan akupuntur dapat menyembuhkan sakit dan nyeri yang sukar disembuhkan seperti nyeri punggung, spondilitis, kram perut, gangguan neurologis, artritis, serta gangguan dalam kesulitan tidur, hiperaktifitas, kesulitan makan, obesitas, dst. Beberapa jenis layanan terapi yang telah diuraikan diatas merupakan salah satu dari sekian banyak jenis terapi yang dapat dipilih bagi anak berkebutuhan khusus, terapi tersebut umumnya bersifat individual, baik dalam kurikulum maupun tatacara teknik pembelajarannya.Hal ini dikarenakan oleh kebutuhan dan
kareakteristik pada masing-masing anak berkebutuhan khusus yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya, tingkat kemajuan terapi tergantung dari asset limitasi yang ada pada anak.
Pehrsson, Dale-Elizabeth and Aguilera, Mary E. 2007. Play Therapy: Overview and Implications for Counselors. American Counseling Association: Professional Counseling Digest.

Rabu, 29 April 2015

tugas minggu ke 3 part 5

Michelle guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas Psikoterapi
Universitas Gunadarma
5. Analisis Transaksional (Berne) :
A. KONSEP TERAPI :
Konsep Dasar Pandangan tentang sikap manusia.
Analisis Transaksional berakar dalam suatu filsafat anti deterministik yang memandang bahwa kehidupan manusia bukanlah suatu yang sudah ditentukan. Analisis Transaksional didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan kembali atau menyesuaikan kembali keputusan yang telah pernah diambil. Berne dalam pandangannya meyakini bahwa manusia mempunyai kapasitas untuk memilih dan dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupnya. Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi, yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal.

B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
1. Analisis Strukur.
Mengalisis kepribadian orang, yakni pikiran, perasaan,  tingkah laku membuat kita mengenal diri sendiri  dlm berkomunikasi dengan orang lain siapa kita? mengapa kita berperilaku demikian.
2. Analisis Transaksi.
Ada 3 transaksi :
a.       Transaksi imbang (komplementer),
b.      Transaksi silang,
c.       Transaksi terselubung.
3. Analisis Permainan.
Erat kaitannya dgn Transaksi selubung, Analisis dari motivasi terselubung pada bagaimana seseorang berperilaku.
Contoh: seorang anak yg merasa tidak diperhatikan ayah-ibunya, melempar bola ke kaca jendela, sedangkan ia tahu orangtuanya akan marah.
d.      Yg nampak: anak bermain bola secara tdk wajar.
e.       Yg terselubung: anak bermain sbg anak yg kurang perhatian à maka ia menarik perhatian ortunya dgn pelanggaran tsb.
4. Analisis Naskah.
Analisis dari drama kehidupan yg spesifik di mana seseorang tsb terlibat, yaitu :
a.       Naskahnya tdk tertulis di atas kertas, ttp manusia bertingkah laku menurut naskah yg dipelajarinya sejak kanak-kanak.
b.      Naskah dipelajari dari: ortu, saudara, pembantu, teman, budaya bangsa, dsb.
c.       Naskah individu & kelompok mempengaruhi pergaulan & komunikasi dgn pihak lain.
Contoh: cara memberi hormat orang Jepang & orang Jawa.

C. TEKNIK TERAPI ANALISIS TRANSAKSIONAL (BERNE) :
1. Permission, Memperbolehkan klien melakukan apa yang tidak boleh dilakukan oleh orang tuanya
2. Protection, Melindungi klien dari ketakutan karena klien disuruh melanggar terhadap peraturan orang tuanya.
3. Potency, Mendorong klien untuk menjauhkan diri klien dari injuction yang diberikan orang tuanya.
4. Operation
a). Interrogation, Mengkonfrontasikan kesenjangan-kesenjangan yang terjadi pada diri klien sehingganya berkembang  respon adult dalam dirinya.
b). Specification, Mengkhususkan hal-hal yang dibicarakan sehingganya klien paham tentang ego statenya.
c). Confrontation, Menunjukkan  kesenjangan atau ketidak beresan pada diri klien
d). Explanation, Transaksi adult-adult yang terjadi antara konselor dengan klien untuk menejlaskan mengapa hal ini terjadi (konselor mengajar klien)
e). Illustration, Memberikan contoh pengajaran kepada klien agar ego statenya digunakan  secara tepat.
f).  Confirmation
Mendorong klien untuk bekerja lebih keras lagi.
g). Interpretation, Membantu klien menyadari latar belakang dari tingkah lakunya
h). Crystallization, Menjelaskan kepada klien bahwasanya klien sudah boleh mengikuti games untuk mendapatkan stroke yang diperlukannya.

Referensi :

- Corey Gerald. 2005. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi . Bandung: Refika Aditama

tugas minggu ke 3 part 4

Michelle guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas Psikoterapi
Universitas Gunadarma

4. Logoterapi (Frankl) :
A. KONSEP TERAPI :
Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis menekankan pentingnya kemauan akan arti. Tentu saja ini merupakan kerangka, di dalamnya segala sesuatu yang lain diatur. Frankl berpendapat bahwa manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri dan kemudian setelah menemukan mencoba untuk memenuhinya. Bagi Frankl setiap kehidupan mempunyai makna, dan kehidupan itu adalah suatu tugas yang harus dijalani. Mencari makna dalam hidup inilah prinsip utama teori Frankl yang dinamakan Logoterapi. Logoterapi memiliki tiga konsep dasar, yakni kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup.
Kata “logo” berasal dari bahasa Yunani “logos” yang berarti maknaatau meaning dan juga “rohani”. Adapun kata “terapi” berasal dari bahasa Inggris therapy yang artinya penggunaan teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi suatu penyakit. Jadi, kata logoterapi artinya penggunaan teknik untuk menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna hidup. Istilah tema utama logoterapi adalah karakteristik eksistensi manusia, dengan makna hidup sebagai inti teori. Menurut Frankl yang paling dicari dan diinginkan manusia dalam hidupnya adalah makna, yaitu makna yang didapat dari pengalaman hidupnya baik dalam keadaan senang maupun dalam penderitaan. Konsep keinginan kepada makna (the will to meaning) inilah menjadi motivasi utama kepribadian manusia (Frankl, 1977).
Sebutan the will to meaning sengaja dibedakan Frankl dengan sebutan the drive to meaning karena makna dan nilai-nilai hidup tidak mendorong (to push, to drive) tetapi seakan-akan menarik (to pull) dan menawari (to offer) manusia untuk memenuhi kenyataan hidup, yang menurutnya pula tidaklah menyediakan keseimbangan tanpa tegangan, tetapi justru menawarkan suatu tegangan khusus, yaitu tegangan kenyataan diri pada waktu sekarang dan maknamakna yang harus dipenuhi : Bring us Meaning. Di antara kedua hal itulah proses pengembangan pribadi berlangsung.


B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
- Munculnya Gangguan.
Logoterapi inibiasanya dilakukan untuk klien-klien yang mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), karena biasanya orang yang stres akibat trauma cenderung menyalahkan dirisendiri bahkan bisa ke resiko mencederai diri dan orang lain.
-Tujuan Terapi.
Tujuan dari logoterapi adalah agar setiap pribadi:
1. Memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang secara universal ada pada setiap orang terlepas dari ras, keyakinan dan agama yang dianutnya.
2. Menyadari bahwa sumber-sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat dan diabaikan bahkan terlupakan.
3. Memanfaatkan daya-daya tersebut untuk bangkit kembali dari penderitaan untuk mampu tegak kokoh menghadapi berbagai kendala, dan secara sadar mengembangkan diri untuk meraih kualitas hidup yang lebih bermakna.
- Peran Terapis.
     Menurut Semiun (2006) terdapat beberapa peranan dan kegiatan terapis dapat dikemukakan secara singkat di bawah ini :
1. Menjaga hubungan yang akrab dan pemisahan ilmiah.
Terapis pertama-tama harus menciptakan hubungan antara klien dengan mencari keseimbangan antara dua ekstrem, yakni hubungan yang akrab (seperti simpati) dan pemisahan secara ilmiah (menangani klien sejauh ia melibatkan diri dalam teknik terapi).
2. Mengendalikan filsafat pribadi.
Maksudnya adalh terapis tidak boleh memindahkan filsafat pribadi pada klien, karena logotherapy digunakan untuk menangani masalah-masalah yang menyangkut nilai-nilai dan masalah spiritual, seperti aspirasi terhadap hidup yang bermakna, makna cinta, makna penderitaan, dan sebagainya.
3. Terapis bukan guru atau pengkhotbah.
Terapis adalah seorang spesialis mata dalam pengertian bahwa ia memberi kemungkinan kepada klien untuk melihat dunia sebagaimana adanya, dan bukan seorang pelukis yang menyajikan dunia sebagaimana ia sendiri melihatnya.
4. Memberi makna lagi pada hidup.
Salah satu tujuan logotherapy adalah menemukan tujuan dan maksud keberadaannya. Kepada klien bahwa setiap kehidupan memiliki potensi-potensi yang unik dan tugas utamanya adalah menemukan potensi-potensi itu. Pemenuhan tugas ini memberi makna pada kepada hidupnya.
5. Memberi makna lagi pada penderitaan.
Di sini, terapis harus menekan bahwa hidup manusia dapat dipenuhi tidak hanya dengan menciptakan sesuatu atau memperoleh sesuatu, tetapi juga dengan menderita. Manusia akan mengalami kebosanan dan apati jika ia tidak mengalami kesulitan atau penderitaan.
6. Menekankan makna kerja.
Tugas terapis adalah memperlihatkan makan pada pekerjaan itu sehingga nilai-nilai yang dimiliki oleh orang-orang yang bekerja berubah. Tanggunga jawab terhadap hidup dipikul oleh setiap orang dengan menjawab kepada situasi-situasi yang ada. Ini dilakukan bukan dengan perkataan, melainkan dengan tindakan. Kesadaran akan tanggung jawab timbul dari kesadaran akan tugas pribadi yang konkret dan unik.
7. Menekankan makna cinta.
Tugas terapis adalah menuntut klien untuk mencintai dalam tingkat spiritual atau tidak mengacaukan cinta seksual dengan cinta spiritual yang menghidupi pengalaman orang lain dalam semua keunikan dan keistimewaannya.

C. TEKNIK TERAPI LOGOTERAPI (FRANKL) :
1.     Persuasif.
Salah satu teknik yang digunakan dalam logoterapi adalah teknik persuasif, yaitu membantu klien untuk mengambil sikap yang lebih konstruktif dalam menghadapi kesulitannya.Frankl, menggambarkan hal ini dalam satu kasus tentang seorang perawat yang menderita tumor yang tidak dapat dioperasi dan mengalami keputusasaan karena ketidakmampuannya untuk bekerja dalam profesinya yang sangat terhormat.
2.     Paradoxical-intention.
Paradoxical intention pada dasarnya memanfaatkan kemampuan mengambil jarak (self-detachment) dan kemampuan mengambil sikap terhadap kondisi diri sendiri dan lingkungan.Paradoxical intention terutama cocok untuk pengobatan jangka pendek pasien fobia (ketakutan irrasional). Dengan teknik ini, konselor mengupayakan agar klien yang mengalami fobia mengubah sikap dari ‘takut’ menjadi ‘akrab’ dengan objek fobianya. Selain itu, teknik paradoxical intention sangat bermanfaat untuk menolong klien dengan obsesif kompulsif (tindakan yang terus-menerus dilakukan walaupun sadar hal itu tidak rasional).Antisipasi yang menakutkan terhadap suatu kejadian sering menyebabkan reaksi-reaksi yang berkembang dari peristiwa tersebut, misalnya pasien dengan obsesi yang kuat cenderung untuk menghindari obsesif-kompulsifnya. Dengan teknik paradoxical intention, mereka diajak untuk ‘berhenti melawan’, tetapi bahkan mencoba untuk ‘bercanda’ tentang gejala yang ada pada mereka, ternyata hasilnya adalah gejala tersebut akan berkurang dan menghilang. Klien diminta untuk berpikir atau membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, menakutkan, atau memalukan baginya. Dengan cara ini klein mengembangkan kemampuan untuk melawan ketakutannya, seperti yang terdapat juga dalam terapi perilaku (behaviour therapy).
3.     De-reflection.
Teknik logoterapi lain adalah “de-reflection”, yaitu memanfaatkan kemampuan transendensi diri (self-transcendence) yang dimiliki setiap manusia dewasa. Setiap manusia dewasa memiliki kemampuan untuk membebaskan diri dan tidak lagi memperhatikan kondisi yang tidak nyaman, tetapi mampu mengalihkan dan mencurahkan perhatiannya kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat.Di sini klien pertama-tama dibantu untuk menyadari kemampuan atau potensinya yang tidak digunakan atau terlupakan.Ini merupakan suatu jenis daya penarik terhadap nilai-nilai pasien yang terpendam. Sekali kemampuan tersebut dapat diungkapkan dalam proses konseling maka akan muncul suatu perasaan unik, berguna dan berharga dari dalam diri klien. De-reflection tampaknya sangat bermanfaat dalam konseling bagi klien dengan  pre-okupasi somatik, gangguan tidur, dan beberapa gangguan seksual, seperti impotensi dan frigiditas.

Referensi :
- Semiun, Yustinus.2006. Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius

- Abidin, Zainal. 2007.  Analisis eksistensial. Jakarta: Raja Grafindo Persada

tugas minggu ke 3 part 3

Michelle guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas Psikoterapi
Universitas Gunadarma

3.  Person Centered Therapy (Rogers) :
A. KONSEP TERAPI :
Menurut Roger konsep inti terapi person centered adalah konsep tentang diri dan konsep menjadi diri atau pertumbuhan perwujudan diri, yaitu :
-          Menekankan pada dorongan dan kemampuan yang terdapat dalam diri individu yang berkembang, untuk hidup sehat dan menyesuaikan diri.
-          Menekankan pada unsur atau aspek emosional dan tidak pada aspek intelektual.
-          Menekankan pada situasi yang langsung dihadapi individu, dan tidak pada masa lampau.
-          Menekankan pada hubungan terapeutik sebagai pengalaman dalam perkembangan individu yang bersangkutan.
B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
1. Munculnya gangguan.
Carl Rogers (1902-1987), berpendapat bahwa orang-orang memiliki kecenderungan dasar yang mendorong mereka ke arah pertumbuhan dan pemenuhan diri. Gangguan-gangguan psikologis pada umumnya terjadi karena orang-orang lain menghambat individu dalam perjalanan menuju kepada aktualisasi diri. Pendekatan humanistic Rogers terhadap terapi Person Center Therapy, membantu pasien untuk lebih menyadari dan menerima dirinya yang sejati dengan menciptakan kondisi-kondisi penerimaan dan pengharagaan dalam hubungan terapeutik.
2. Tujuan Terapi.
Rogers berpendapat bahwa terapis tidak boleh memaksakan tujuan – tujuan atau nilai – nilai yang di milikinya pada pasien. Fokus dari terapi adalah pasien. Terapi adalah nondirektif, yakni pasien dan bukan terapis memimpin atau mengarahkan jalannya terapi. Terapis memantulkan perasaan – perasaan yang di ungkapkan oleh pasien untuk membantunya berhubungan dengan perasaan – perasaanya yang lebih dalam dan bagian – bagian dari dirinya yang tidak di akui karena tidak diterima oleh masyarakat. Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata – kata pa yang di ungkapkan pasien tanpa memberi penilaian.
3. Peran Terapis.
Menurut Rogers, peran terapis bersifat holistik, berakar pada cara mereka berada dan sikap – sikap mereka, tidak pada teknik – teknik yang di rancang agar klien melakukan sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa sikap – sikap terapislah yang memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan pengetahuan, teori, atau teknik – teknik yang mereka miliki. Terapis menggunakan dirinya sendiri sebagai instrument perubahan. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu klien untuk tumbuh. Rogers, juga menulis tentang I-Thou.

C. TEKNIK TERAPI PERSON CENTERED THERAPY (ROGERS) :
Terapi ini tidak memiliki metode atau teknik yang spesifik, sikap-sikap terapis dan kepercayaan antara terapis dan klienlah yang berperan penting dalam proses terapi. Terapis membangun hubungan yang membantu, dimana klien akan mengalami kebebasan untuk mengeksplorasi area-area kehidupannya yang sekarang diingkari atau didistorsinya. Terapis harus membawa ke dalam hubungan tersebut, sifat-sifat yang khas sebagai berikut :
1.Keselarasan atau kesejatian.
Terapis tampil nyata, terintegrasi, bersikap spontan, sanggup menyatakan kemarahan, kekecewaan, kesukaan, ketertarikan dll
2.Perhatian positif tak bersyarat.
Perhatian yg mendalam & tulus, tidak dicampuri oleh evaluasi atau penilaian perasaan, pemikiran & tingkahlaku klien sebagai baik atau buruk
3.Pengertian empatik yang akurat.
Mengerti secara peka perasaan & pengalaman klien.

Referensi :
- indryawati.staff.gunadarma.ac.id
- Corey, Gerald. 2009. Teori dan Praktek dari Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT Refika Aditama.


tugas minggu ke 3 part 2

Michelle guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas Psikoterapi
Universitas Gunadarma

2.  Terapi Humanistik :
A. KONSEP TERAPI :
Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mempu berpikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.
Kebebasan, tanggungjawab, dan kecemasan
Kesadaran atas kebebasan dan tanggungjawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (nonbeing). Kesadaran atas kematian memiliki arti penting bagi kehidupan individu sekarang, sebab kesadaran tersebut terbatas untuk mengaktualkan potensi-potensinya. Dosa eksistensial, yang juga merupakan bagian dari kondisi manusia, adalah akibat dari kegagalan individu untuk benar-benar menjadi sesuai dengan kemmpuannya.
Penciptaan makna
Manusia itu unik, dalam arti bahwa dia berusaha untuk menentukan tujuan hudup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan.

B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
- Munculnya gangguan
Model humanistik kepribadian, psikopatologi, dan psikoterapi awalnya menarik sebagian besar konsep-konsep dari filsafat eksistensial, menekankan kebebasan bawaan manusia untuk memilih, bertanggung jawab atas pilihan mereka, dan hidup sangat banyak pada saat ini. Hidup sehat di sini dan sekarang menghadapkan kita dengan realitas eksistensial menjadi, kebebasan, tanggung jawab, dan pilihan, serta merenungkan eksistensi yang pada gilirannya memaksa kita untuk menghadapi kemungkinan pernah hadir ketiadaan. Pencarian makna dalam kehidupan masing-masing individu adalah tujuan utama dan aspirasi tertinggi. Pendekatan humanistik kontemporer psikoterapi berasal dari tiga sekolah pemikiran yang muncul pada 1950-an, eksistensial, Gestalt, dan klien berpusat terapi.
- Tujuan Terapi
a. Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan pertumbuhan.
b. Menghapus penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi. membantu klien     menemukan dan menggunakan kebebasan memilih dan memperluas kesadaran diri.
c. Membantu klien agar bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupan sendiri.
- Peran Terapis
Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :
a.       Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
b.      Menyadari peran dan tanggung jawab terapis
c.       Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.
d.      Berorientasi pada pertumbuhan
e.       Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.
f.       Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.
g.      Memandang terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.
h.      Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
i.        Bekerja kearah mengurangi ketergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.

C. TEKNIK TERAPI HUMANISTIK :
- Penerimaan
- Rasa hormat
- Memahami
- Menentramkan
- Memberi dorongan
- Pertanyaan terbatas
- Memantulkan pernyataan dan perasaan klien
- Menunjukan sikap yang mencerminkan ikut mersakan apa yang dirasakan klien
- Bersikap mengijinkan untuk apa saja yang bermakna


Referensi :
- Semiun, Yustinus.2006. Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius
- Corey, General. 2005. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.