Michelle
guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas
Psikoterapi
Universitas
Gunadarma
2. Terapi Humanistik
:
A. KONSEP TERAPI :
Kesadaran
diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya
sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mempu
berpikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka
akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.
Kebebasan,
tanggungjawab, dan kecemasan
Kesadaran atas kebebasan dan tanggungjawab bisa
menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar manusia. Kecemasan
eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas
kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (nonbeing). Kesadaran atas
kematian memiliki arti penting bagi kehidupan individu sekarang, sebab
kesadaran tersebut terbatas untuk mengaktualkan potensi-potensinya. Dosa
eksistensial, yang juga merupakan bagian dari kondisi manusia, adalah akibat
dari kegagalan individu untuk benar-benar menjadi sesuai dengan kemmpuannya.
Penciptaan
makna
Manusia itu unik, dalam arti bahwa dia berusaha
untuk menentukan tujuan hudup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan
makna bagi kehidupan.
B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
-
Munculnya gangguan
Model humanistik
kepribadian, psikopatologi, dan psikoterapi awalnya menarik sebagian besar
konsep-konsep dari filsafat eksistensial, menekankan kebebasan bawaan manusia
untuk memilih, bertanggung jawab atas pilihan mereka, dan hidup sangat banyak
pada saat ini. Hidup sehat di sini dan sekarang menghadapkan kita dengan
realitas eksistensial menjadi, kebebasan, tanggung jawab, dan pilihan, serta
merenungkan eksistensi yang pada gilirannya memaksa kita untuk menghadapi
kemungkinan pernah hadir ketiadaan. Pencarian makna dalam kehidupan masing-masing
individu adalah tujuan utama dan aspirasi tertinggi. Pendekatan humanistik
kontemporer psikoterapi berasal dari tiga sekolah pemikiran yang muncul pada
1950-an, eksistensial, Gestalt, dan klien berpusat terapi.
-
Tujuan Terapi
a. Menyajikan kondisi-kondisi
untuk memaksimalkan kesadaran diri dan pertumbuhan.
b. Menghapus
penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi. membantu klien menemukan dan menggunakan kebebasan
memilih dan memperluas kesadaran diri.
c. Membantu klien agar
bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupan sendiri.
-
Peran Terapis
Menurut Buhler dan
Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang
mencakup hal-hal berikut :
a. Mengakui
pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
b. Menyadari
peran dan tanggung jawab terapis
c. Mengakui
sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.
d. Berorientasi
pada pertumbuhan
e. Menekankan
keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.
f. Mengakui
bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.
g. Memandang
terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi
bagi tindakan kreatif dan positif.
h. Mengakui
kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan
tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
i.
Bekerja kearah mengurangi ketergantungan
klien serta meningkatkan kebebasan klien.
C. TEKNIK TERAPI HUMANISTIK :
- Penerimaan
- Rasa hormat
- Memahami
- Menentramkan
- Memberi dorongan
- Pertanyaan terbatas
- Memantulkan pernyataan dan
perasaan klien
- Menunjukan sikap yang
mencerminkan ikut mersakan apa yang dirasakan klien
- Bersikap mengijinkan untuk apa
saja yang bermakna
Referensi :
- Semiun, Yustinus.2006. Kesehatan Mental 3.
Yogyakarta: Kanisius
- Corey, General. 2005. Teori dan Praktek Konseling
dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar