Rabu, 29 April 2015

tugas minggu ke 3 part 2

Michelle guerra nathanael
3pa06
14512569
Tugas Psikoterapi
Universitas Gunadarma

2.  Terapi Humanistik :
A. KONSEP TERAPI :
Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mempu berpikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.
Kebebasan, tanggungjawab, dan kecemasan
Kesadaran atas kebebasan dan tanggungjawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (nonbeing). Kesadaran atas kematian memiliki arti penting bagi kehidupan individu sekarang, sebab kesadaran tersebut terbatas untuk mengaktualkan potensi-potensinya. Dosa eksistensial, yang juga merupakan bagian dari kondisi manusia, adalah akibat dari kegagalan individu untuk benar-benar menjadi sesuai dengan kemmpuannya.
Penciptaan makna
Manusia itu unik, dalam arti bahwa dia berusaha untuk menentukan tujuan hudup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan.

B. UNSUR-UNSUR TERAPI :
- Munculnya gangguan
Model humanistik kepribadian, psikopatologi, dan psikoterapi awalnya menarik sebagian besar konsep-konsep dari filsafat eksistensial, menekankan kebebasan bawaan manusia untuk memilih, bertanggung jawab atas pilihan mereka, dan hidup sangat banyak pada saat ini. Hidup sehat di sini dan sekarang menghadapkan kita dengan realitas eksistensial menjadi, kebebasan, tanggung jawab, dan pilihan, serta merenungkan eksistensi yang pada gilirannya memaksa kita untuk menghadapi kemungkinan pernah hadir ketiadaan. Pencarian makna dalam kehidupan masing-masing individu adalah tujuan utama dan aspirasi tertinggi. Pendekatan humanistik kontemporer psikoterapi berasal dari tiga sekolah pemikiran yang muncul pada 1950-an, eksistensial, Gestalt, dan klien berpusat terapi.
- Tujuan Terapi
a. Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan pertumbuhan.
b. Menghapus penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi. membantu klien     menemukan dan menggunakan kebebasan memilih dan memperluas kesadaran diri.
c. Membantu klien agar bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupan sendiri.
- Peran Terapis
Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :
a.       Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
b.      Menyadari peran dan tanggung jawab terapis
c.       Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.
d.      Berorientasi pada pertumbuhan
e.       Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.
f.       Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.
g.      Memandang terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.
h.      Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
i.        Bekerja kearah mengurangi ketergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.

C. TEKNIK TERAPI HUMANISTIK :
- Penerimaan
- Rasa hormat
- Memahami
- Menentramkan
- Memberi dorongan
- Pertanyaan terbatas
- Memantulkan pernyataan dan perasaan klien
- Menunjukan sikap yang mencerminkan ikut mersakan apa yang dirasakan klien
- Bersikap mengijinkan untuk apa saja yang bermakna


Referensi :
- Semiun, Yustinus.2006. Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius
- Corey, General. 2005. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar