NAMA :
MICHELLE GUERRA N.
NPM : 14512569
KELAS : 3PA06
I
1.Apa itu manajamen
Manajemen adalah suatu
proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk
menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan
sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya”
2. Sebutkan jenis Manajemen
Ada
4 Fungsi manajemen yang utama antara lain :
a. Perencanaan(Planning)
Fungsi yang utama dan yang terpenting,
digunakan agar sasaran dan tujuan dapat tercapai di masyarakat. Perlunya
perencanaan antara lain untuk:
· Untuk
menidentifikasi peluang masa depan.
· Antisipasi
atau menghindari masalah masa depan.
· Untuk
mengembangkan langkkah-langkah strategi.
Dalam
prakteknya apa saja yang direncanakan ?
· Produk,
berapa: jenis, jumlah, kualitas.
· Dana,
berapa: jumlah dan sumber dana.
· Karyawan,
berapa: jumlah, keahlian karyawan.
Jenis-jenis Perencanaan
dapat dibedakan menjadi 2 antara lain:
· Strategis
adalah perencanaan yang berhubungan dngan hidup organisasi atau perusahaan,
Maju mundurnya organisasi atau perusahaan, Keberadaan organisasi atau
perusahaan, Hasil yang akan dicapai organisasi atau perusahaan, dan Jangka
waktu yang panjang.
· Taktis
adalah perencanaan jangka pendek yang berkenaan dengan kegiatan optimal
organisasi atau perusahaan, seperti:membuat anggaran tahunan, memilih
b. Pengorganisasian(Organizing)
Fungsi
manajemen yang kegiatannya membagi pekerjaan, mengelompokkan pekerjaan,
mendelegasikan wewenang dan mengkoordinasikan aktivitas.
Tujuannya antara lain:
· Setiap
individu dapat mengetahui dengan jelas tugas, kewajiban dan tanggung jawab.
· Agar
terbina hubungan baik antar anggota organisasi dan antar organisasi.
c. Pengarahan(Actuating)
Merupakan kegiatan untuk
mengarahkan agar semua angggota organisasi melaksanakan kegiatannya
masing-masing yang telah ditentukan.
Bentuk-bentuk kegiatannya
antara lain :
· Berkomunikasi
dengan semua anggota organisasi.
· Memberikan
pengarahan dan petunjuk.
· Memberikan
kepemimpinan.
· Memberikan
motivasi untuk mendorong para karyawan.
d. Pengendalian(Controlling)
Merupakan aktivitas yang menemukan,
mengoreksi apakah adanya penyimpangan penyimpangan dari hasil yang telah
dicapai, dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Langkah-langkah pengendalian:
· Menetapkan
standard an metode.
· Mengukur
prestasi kerja.
· Memutuskan
apakah kerja sesuai standar.
· Mengambil
tindakan koreksi.
3. apa itu psikologi
menejemen
Psikologi
manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang
ada untuk memenuhi kebutuhan.
4. tujuan psikogi menejemen
Agar
seluruh kayawan / SDM dari suatu organisasi/perusahaan mengerti betul akan
tugasnya, mampu memberikan informasi kepada pelanggan atau rekan sekerjanya,
dan pada akhirnya membuat karyawan itu senang pada pekerjaan dan
perusahaannya.
II
1.apa itu kepemimpinan
Kepemimpinan
adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari
perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan
bersama.
2.Teori
kepemimpinan
8 teori utama kepemimpinan:
1. Teori Great Man.
Anda
mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang
"dilahirkan untuk memimpin". Menurut teori ini, seorang pemimpin
besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan
dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori
great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang
melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan
seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena
kondisi sudah membutuhkannya.
2. Teori Sifat
Teori
sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat
mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin
3. Teori kontingensi
Teori
kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin
menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini,
tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah
variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.
4. Teori Situasional
Teori Situasional
mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel
situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk jenis
tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin
berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya
otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah
ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif.
5. Teori Perilaku
5. Teori Perilaku
Teori perilaku kepemimpinan
didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat bukan dilahirkan. Teori
kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin bukan pada kualitas mental.
Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin melalui
pengajaran dan observasi.
6. Teori Partisipatif
6. Teori Partisipatif
Teori kepemimpinan
partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil
masukan dari orang lain
7. Teori Manajemen
Teori manajemen juga dikenal
sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi
dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman
8. Teori Hubungan
Teori hubungan juga dikenal
sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin
dan pengikut
III
1.pengertian perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses yang tidak pernah
berakhir. Apabila sebuah rencana telah ditetapkan, maka dokumen menyangkut
perencanaan terkait harus diimplementasikan •
2.Manfaat Perencanaan
Perencanaan
mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Membantu manajemen untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b. Membantu
dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c. Memungkinkan
manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d. Pemilihan
berbagai alternatif terbaik,
e. Standar
pelaksanaan dan pengawasan,
f. Penyusunan
skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g. Menghemat
pemanfaatan sumber daya organisasi,
h. Alat
memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i. Membuat
tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j. Meminimumkan
pekerjaan yang tidak pasti, dan
k. Menghemat
waktu, usaha dan dana.
3.Jenis
Perencanaan dalam organisasi
Melihat
tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan
operasional.
1.
Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara
keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah
organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan
untuk mencapainya. Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top
manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target
spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal
untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat
manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik
dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan
perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk
merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap
orang.
2.
Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja
berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu.
Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk
efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi.
Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan
oleh setiap kepala bagian.
Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang
bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan
tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang
dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang
sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima
penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi
sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang
lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
3.
Perencanaan Operasional
Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh
lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi
dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana
konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya,
dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan
dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
4.
Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta
peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada
pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang
direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar