Nama : Michelle
Guerra
Kelas : 3PA06
NPM : 14512569
Perbedaan
antara Konseling Dan Psikoterapi
Konseling
Konseling
adalah sebagai suatu proses pembelajaran yang seseorang itu belajar tentang
dirinya serta tentang hubungan dalam dirinya lalu menentukan tingkah laku yang
dapat memajukan perkembangang peribadinya. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa konseling ialah hubungan antara seorang konselor yang terlatih dengan
seorang klien atau lebih, bertujuan untuk membantu klien memahami ruqang
hidupnya, serta mempelajari untuk membuat keputusan sendiri melalui pilihan-pilihan
yang bermakna dan yang berasas kan informasi dan melalui penyelesaian
masalah-masalah yang berbentuk emosi dan masalah peribadi.
Psikoterapi
Psikoterapi adalah suatu bentuk
dari perawatan (treatment) terhadap masalah-masalah yang dasarnya emosi, dimana
seseorang yang terlatih, dengan saksama membentuk hubungan profesional dengan pasien
dengan tujuan memindahkan, mengubah atau mencegah munculnya gejala dan menjadi
perantara untuk menghilangkan pola-pola perilaku yang terhambat serta
meningkatkan pertumbuhan positif dari kepribadian nya.
Dari
pengertian di atas dapat disimpulkan perbedaan antara konseling dengan
psikoterapi adalah :
Konseling :
-
Klien
dengan gangguan yang kurang serius
-
Berhubungan
dengan masalah jabatan, pendidikan
-
Berhubungan
dengan pencegahan
-
Lingkungan
pendidikan dan non medis
-
Berhubungan
dengan kesadaran
-
Metode
pendidikan
Psikoterapi :
-
Pasien
dengan gangguan yang serius
-
Masalah
kepribadian dan pengambilan keputusan
-
Berhubungan
dengan penyembuhan
-
Lingkungan
medis
-
Ketidak
sadaran
-
Metode
penyembuhan
Bentuk
Utama Dalam Terapi
1.
Terapi Supportive
Tujuannya
memperkuat perilaku penyesuaian diri klien yang sudah baik, memberi dukungan
psikologis, dan menghindari diri dari usaha untuk menggali apa yang ada dalam
alam bawah sadar . alasan penghindaran karena kalau di bongkar
ketidaksadarannya, klien ini kemungkinan akan menjadi lebih parah dalam
penyesuaian dirinya. Psikoterapi suportif biasanya dilakukan untuk memberikan
dukungan pada klien untuk tetap bertahan menghadapi kesulitannya. Contohnya
mengatasi trauma kekerasan dengan tujuan merubah prilaku yang biasanya
dilakukan.
2.
Psikoterapi Reeducative
Psikoterapi
reeducative bertujuan untuk mengubah pikiran atau perasaan klien agar ia dapat
berfungsi lebih efektif. Di sini terapis tidak hanya memberi dukungan, tetapi
juga mengajak klien atau pasien untuk mengkaji ulang keyakinan klien, mendidik
kembali, agar ia dapat menyesuaikan diri lebih baik setelah mempunyai pemahaman
yang baru atas persoalannya. Terapis di sini tidak hanya membatasi diri
membahas kesadaran saja, namun juga tidak terlalu menggali ketidaksadaran.
Psikoterapi jenis redukatif ini biasanya terjadi dalam konseling.
3.
Reconstructive
Bertujuan
untuk mengubah seluruh kepribadian pasien atau klien, dengan menggali
ketidaksadaran klien, menganalisis mekanisme defensif yang patologis, memberi
pemahaman akan adanya proses-proses tidak sadar, dan seterusnya. Psikoterapi
jenis ini berkaitan dengan pendekatan psikoanalisis dan biasanya langsung
intensif dalam waktu yang sangat lama. Pendekatan psikoanalisis dimaksudkan
menimbulkan pemahaman pada klien tentang masalah-masalahnya, kemudian mendobrak
untuk melakukan pemahaman selanjutnya dan meningkatkan pengendalian ego atas
desakan id dan superego.
Daftar
Pustaka :
Slamet
I.S. Suprapti & Sumarmo M. 2008. Pengantar Psikologi Klinis. Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar